Jember,radarsidoarjo.site – Dalam rangkaian kegiatan Gus’e Menyapa di Kecamatan Semboro, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos., menyerahkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025 Kategori Pratama Predikat Terbaik 1 kepada Bupati Jember, Gus Fawait. Prestasi tersebut disampaikan pada pertemuan kader posyandu di Gedung Sweet Garden PG Semboro, Sabtu siang (29/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jember Gus Fawait memberikan apresiasi besar kepada para kader posyandu yang dianggap memiliki peran penting dalam menurunkan stunting, menekan angka kematian ibu, serta memastikan anak-anak tumbuh sehat dan kuat. “Alhamdulillah Jember meraih STBM Award 2025 kategori Terbaik Satu Pratama. Ini adalah kerja keras panjenengan semua, para kader yang setiap hari mengurus anak sendiri, anak orang, dan keluarga.” katanya.
Gus Fawait menekankan bahwa keberhasilan dalam sektor kesehatan tidak mungkin tercapai tanpa peran tenaga ahli dan tenaga kesehatan yang tepat. Ia juga menanggapi aspirasi kader posyandu terkait honorarium. Ia menyampaikan kekhawatiran kepada kader akibat keterlambatan pembayaran pada bulan sebelumnya.
“Kalau jangan bisa disatukan dengan Desember. Emak-emak ini trauma. Kalau sampai haknya belum turun, bilang aku. Kalau kurang, aku ganti.” tuturnya.
Bupati menegaskan, di tengah segala tantangan, Pemerintah Kabupaten Jember tetap mengutamakan peningkatan layanan kesehatan masyarakat, termasuk melalui program UHC Prioritas yang menjamin pengobatan gratis bagi seluruh warga.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk memperkuat layanan kesehatan, memperluas akses pembiayaan medis, dan mendukung program preventif hingga tingkat desa. “Saya mohon para kader ikut menyosialisasikan. Kita sudah menyiapkan anggaran besar masyarakat agar mendapat pelayanan terbaik.”
Gus Fawait juga menyoroti masih tingginya angka stunting dan kematian ibu di beberapa wilayah Jember. Menurutnya, tantangan tersebut bukan semata tanggung jawab kader posyandu atau tenaga kesehatan, melainkan kerja kolektif seluruh pihak. “Ini tugas kita bersama. Bukan salah satu pihak saja. Dengan kerja bersama, Jember pasti bisa turun angkanya.” ucapnya.
/res.






