JEMBER,radarsidoarjo.site – Suasana di Sekretariat DPD PPNI Jember, Jalan Srikoyo, Patrang, tampak berbeda pada Rabu (18/3/2026). Gedung yang biasanya menjadi pusat koordinasi profesi perawat tersebut kini dipenuhi dengan tumpukan paket beras dan senyum hangat warga sekitar.
Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Jember sukses menggelar penyaluran Zakat Fitrah dan Zakat Mal sebagai bentuk pengabdian nyata di luar tugas klinis.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PPNI ke-52, yang diperingati dengan semangat kemanusiaan yang tinggi.
Mengusung visi “PPNI Jember Semakin Bercahaya dan Maju, Melayani dengan Cinta”, kegiatan ini bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan sebuah strategi pendekatan sosial yang melibatkan seluruh Dewan Pengurus Komisariat (DPK) se-Kabupaten Jember.
Zakat sebagai Jembatan Kemanusiaan
Ketua panitia pelaksana, Ns. Rokhim Hermansyah, melaporkan antusiasme luar biasa dari para perawat dalam menghimpun zakat.

Dari hasil koordinasi solid, terkumpul total 383 paket beras yang didistribusikan secara proporsional:
* 333 paket beras ukuran 3 kg.
* 50 paket beras ukuran 5 kg.
Bantuan ini tidak hanya menyasar warga duafa di sekitar kantor sekretariat, tetapi juga menjangkau anak-anak yatim di berbagai panti asuhan.
“Kami memastikan distribusi ini tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Rokhim.
Filosofi di Balik Berbagi: “Dekat dengan Perawat, Masyarakat Sehat”
Ketua DPD PPNI Jember, H. Mustakim, S.Kep., Ns., MM., Sp.Kep.MB., dalam Segalanya menekankan bahwa zakat adalah instrumen untuk meruntuhkan dinding pembatas antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
“Tujuan kami mendekatkan sosok perawat ke hati rakyat. Saat masyarakat merasa dekat, mereka tidak akan disungkan lagi untuk menyampaikan keluh kesah kesehatannya,” ungkap H. Mustakim.
Bagi PPNI, kedekatan emosional ini adalah kunci untuk menangani masalah kesehatan kompleks di Jember melalui pendekatan biopsikosial-spiritual.
Perawat kini berperan aktif dalam garda depan untuk:
* Memutus Rantai Stunting: Memberikan edukasi gizi langsung kepada para ibu.
* Menekan AKI-AKB: Menghilangkan keraguan warga untuk melaporkan kehamilan berisiko.
* Menghadirkan Pernikahan Dini: Memberikan pemahaman tentang kesiapan fisik dan mental.
Kesehatan: Modal Dasar Pembangunan Ekonomi
Menariknya, aksi sosial ini juga dikaitkan dengan tema besar HUT PPNI ke-52, di mana perawat diposisikan sebagai tonggak ekonomi pembangunan. H. Mustakim meyakini bahwa mustahil membangun ekonomi bangsa yang kuat jika masyarakatnya tidak sehat.
“Kesehatan adalah investasi. Tanpa derajat kesehatan yang baik, produktivitas masyarakat akan terhambat. Melalui kepedulian sosial dalam rangkaian HUT PPNI ini, kami berharap perawat bisa terus menjadi motor penggerak ekonomi dengan cara menjaga kualitas hidup warga Jember,” tutupnya optimis.
Acara yang dihadiri oleh pengurus kabupaten dan kecamatan ini ditutup dengan penyerahan zakat secara langsung kepada warga yang hadir.
Paket sisa yang ada segera didistribusikan ke panti-panti asuhan sebagai bukti komitmen PPNI yang tak kenal lelah dalam melayani dengan cinta di usia organisasi yang semakin matang.
_res/herry.






