Menu

Mode Gelap

Daerah

Realisasi Ketahanan Pangan Melalui BUMDES Arta Guna ,Pekon Wates ,Pringsewu Dipertanyakan


 Realisasi Ketahanan Pangan Melalui BUMDES Arta Guna ,Pekon Wates ,Pringsewu Dipertanyakan Perbesar

Pringsewu,radarsidoarjo.site – Realisasi Dana Ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Arta Guna ,pekon Wates ,kecamatan Gadingrejo ,kabupaten Pringsewu sebesar Rp 200,000,000,- juta lebih perlu dipertanyakan ,pasalnya berdasarkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait timbul berbagai kejanggalan yang mengindikasikan adanya penyalahgunaan anggaran tersebut .

Seperti disampaikan sabar warga setempat yang bekerja sebagai pengurus sapi mengatakan kepada wartawan bahwa kandang sapi dibangun menghabiskan anggaran Rp 130,000,000,- juta yang disampaikan kepala pekon (kakon) Surya Dwi Saputra (SBS) kepadanya.

“Saya sebelum bekerja dipanggil oleh kakon SBS ke kediamannya,beliau mengatakan kepada saya bahwa kandang sapi tersebut habisnya Rp 130,000,000,- juta,pada bulan puasa yang saksinya bendahara pekon dan sekon” ungkapnya Sabtu (28/03/2026).

Bendahara BUMDes Arta Guna Mei Mitasari terkait realisasi Ketahanan pangan dirinya mengaku tidak tahu apa apa ,catatan secuilpun tidak ada dirinya, bahkan sisa anggaran sebesar Rp 30,000,000,- sudah ditransfer ke rekening pekon atas permintaan Direktur BUMDes Arta Guna Turijo

” Pada bulan puasa yang lalu sudah saya transper ke rekeningnya pekon atas perintah Turijo ” ujar Bendahara BUMDes Arta Guna Mei Mitasari , Sabtu (28/03/2026).

Untuk mencari kebenarannya wartawan media ini langsung menghubungi sekretaris pekon (sekon) Suhebpriono ,dirinya mengatakan bahwa benar uang sebanyak Rp 30,000,000,- ditransfer ke rekening pekon.

” Memang benar itu di transfer ke rekening pekon sebesar Rp 30,000,000,- itu pinjam untuk beli sapi dapat 3 ekor nanti dikembalikan lagi” kata Suhebpriyono ,Sabtu (28/03/2026).

Sementara kakon Wates SDS saat dihubungi via telpon selulernya Sabtu(28/03/2026) terkait anggaran untuk membeli sapi 3 ekor dan anggaran untuk membangun kandang sapi yaitu cukup lumayan dan berbeda apa yang disampaikan sabar sebelumnya.

“Cukup lumayan untuk membuat kandang menghabiskan anggaran Rp 100,000,000,- dan untuk membeli sapi satu ekornya Rp 15,500,000,-“terangnya.

Apa yang disampaikan kakon Wates SDS dibantah oleh tokoh masyarakat setempat Sabtu(28/03/2026) yang mengatakan bahwa membangun kandang sapi tersebut paling menghabiskan anggaran Rp 25,000,000,- sampai dengan Rp 30,000,000,-

“Itu tidak benar kalau membangun kandang sapi dilokasi kuburan tersebut menghabiskan anggaran Rp 100,000,000,- mungkin beli materialnya diatas kapal pesiar” pungkasnya.

Pepi.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Mi Muhammadiyah Perante Ucapkan Selamat dan Sukses Pelaksanaan Apel Akbar Milad Tapak Suci Ke – 63 Cabang Asembagus

2 August 2026 - 11:11

MI Muhammadiyah Perante Menjadi Tempat Perhelatan Apel Akbar Milad Tapak Suci Ke – 63 di Cabang Asembagus

2 August 2026 - 11:07

Sambut Hari Kemerdekaan RI ke – 81 Polresta Sidoarjo Hadirkan Layanan SIM Keliling 24 Jam Selama 17 Hari Non Stop

1 August 2026 - 03:40

Gus Fawait Beberkan Misi Humanis di Balik Program Homecare

31 July 2026 - 20:37

Pemkab Jember Pastikan Pencairan Insentif Ketua Kelompok Pengajian Cair September

31 July 2026 - 20:28

Dua Putra Anggota Polres Bondowoso Antar Arseko Juara Piala Soeratin U15

29 July 2026 - 08:13

Trending di Bola & Sports