SITUBONDO,radarsidoarjo.site – Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati,M.Sc., IPU., ASEAN Eng.,P.Ua., menegaskan bahwa sikap ramah terhadap penyandang disabilitas adalah bagian dari akhlak dasar Tapak Suci.
Menurut Prof. Sasmito, inklusivitas bukan hanya program, melainkan cerminan nilai perguruan. Dengan membuka ruang bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, Tapak Suci ingin ikut membangun peradaban yang berperikemanusiaan dan berkeadilan.
“Tapak Suci hadir untuk semua. Ramah disabilitas adalah wujud akhlak kami dalam membangun peradaban,” ujarnya saat menghadiri Milad Tapak Suci ke-63 Cabang Asembagus, Situbondo.
Hal senada disampaikan pelatih Pencak Silat Tapak Suci Disabilitas, Sila Arwin Prasetya yang akrab disapa Barep. Didampingi pelatih Gusti Fajar Ariyanto, Barep mengatakan Tapak Suci harus menjadi rumah bersama bagi siapa saja.
“Buat kami, latihan itu bukan cuma soal fisik. Kami juga melatih hati. Semua berhak punya kesempatan yang sama untuk maju dan berprestasi. Keterbatasan bukan penghalang kalau niatnya tulus,” ungkap Barep, yang saat ini menjadi guru Tapak Suci di SLB Muhammadiyah Tunas Bangsa Asembagus.
Ia menambahkan, semangat pembinaan inklusif ini sejalan dengan visi kepemimpinan Prof. Sasmito.
“Ini cara kami belajar berakhlak dan menghargai perbedaan. Karena dari situlah peradaban dimulai,” tutupnya.
Selamat Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Ke 16 di UNIMUS Semarang dan Milad Tapak Suci Ke – 63
(Agus Ariyanto )






