Jember,radarsidoarjo.site – Sejumlah wali murid kelas IX SMPN 1 Ajung mendatangi sekolah secara sukarela, Selasa 4/8/2026. Kedatangan mereka untuk memberikan klarifikasi langsung terkait pembicaraan mengenai pengadaan buku Lembar Kerja Siswa (LKS).
Para wali murid menegaskan bahwa wacana pembelian buku LKS sepenuhnya berasal dari inisiatif orang tua, bukan kebijakan atau tuntutan dari pihak sekolah.
“Permintaan buku LKS adalah murni keinginan kami, bukan dari pihak sekolah. Kami menginginkan anak-anak belajar lebih tekun dan tidak hanya sekadar bermain game. Tanpa adanya buku pendamping, dikhawatirkan anak justru lebih banyak menghabiskan waktu bermain game dan menonton konten di media sosial seperti TikTok,” ujar salah satu wali murid dari siswa bernama Subhan, kelas IX.
Menurut para wali murid, keberadaan buku pendamping sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar di rumah. Mereka mengaku sempat kebingungan saat menanyakan ketersediaan LKS ke sekolah karena ternyata tidak disediakan.
Setelah berdiskusi, para wali murid sepakat mengadakan buku tersebut secara mandiri. Harga yang disepakati juga dinilai terjangkau dan tidak memberatkan.
“Kami juga ingin menegaskan bahwa pembelian buku LKS ini tidak diwajibkan dan tidak ada unsur paksaan sedikit pun,” tegasnya.
Wali murid menambahkan, motivasi utama mereka adalah agar anak-anak dapat berprestasi dan memperoleh nilai yang baik. “Anak kami ingin berprestasi dan memperoleh nilai yang baik. Sebagai orang tua, kami pun berjuang mendukung keinginan tersebut dengan menyediakan buku pendamping belajar,” katanya.
Salah satu perwakilan wali murid yang hadir juga meluruskan bahwa peran sekolah hanya memfasilitasi usulan dari wali murid. Tidak ada kebijakan wajib dari pihak sekolah terkait pengadaan LKS.
Di akhir pertemuan, para wali murid menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh program sekolah.
“Jika ingin anak cerdas, berilmu, dan berprestasi, maka sebagai orang tua harus bijak dan mendukung sepenuhnya kebijakan serta upaya sekolah. Semua ini kami lakukan demi kemajuan SMPN 1 Ajung dan masa depan anak-anak kami,” pungkas mereka.






